loading…
Tentara Israel tewas bunuh diri dengan meledakkan granat. Foto/royanews
Menurut laporan, Kapten Yosef Haim Ashraf baru-baru ini bertugas di Divisi ke-99 yang berada di Jalur Gaza. Ia merupakan bagian dari unit baru yang telah dilibatkan dalam operasi militer yang intens dan berisiko tinggi.
Sejarah Meningkatnya Kasus Bunuh Diri di Kalangan Prajurit
Peningkatan signifikan dalam kasus bunuh diri di kalangan prajurit, baik yang reguler maupun cadangan, menjadi perhatian serius. Data resmi militer Israel menunjukkan bahwa jumlah kasus bunuh diri ini telah meningkat sejak awal konflik yang sedang berlangsung. Kejadian ini bukanlah yang pertama kalinya, dan menunjukkan adanya masalah mendalam yang perlu ditangani.
Beberapa faktor mungkin berkontribusi terhadap fenomena ini. Tekanan yang luar biasa selama operasi militer di wilayah konflik, bersama dengan trauma psikologis akibat pengalaman di lapangan, dapat menjadi pemicu. Leila, seorang psikolog yang berfokus pada kesehatan mental prajurit, menyatakan bahwa “perang tidak hanya menghancurkan fisik, tetapi juga mental. Pasukan sering kali membawa beban psikologis yang berat setelah menyaksikan atau terlibat dalam kekerasan.”
Solusi dan Bentuk Dukungan yang Diperlukan
Kesadaran tentang masalah kesehatan mental di kalangan prajurit semakin penting. Program dukungan psikologis yang komprehensif harus diterapkan untuk membantu para tentara mengatasi stres dan trauma. Banyak negara telah mengadopsi berbagai program untuk membantu prajurit dalam beradaptasi kembali ke kehidupan sipil serta untuk memberikan dukungan mental selama dan setelah periode penugasan.
Pertemuan dukungan kelompok, sesi konseling individul, serta pelatihan kesadaran kesehatan mental dapat memberikan cara untuk mencegah meningkatnya kasus bunuh diri ini. Selain itu, keluarga dan teman harus diberikan pemahaman yang lebih baik akan pentingnya perawatan mental serta cara mengenali tanda-tanda peringatan. Menumbuhkan komunikasi yang jujur dan terbuka bisa menjadi langkah awal yang baik untuk menyelamatkan nyawa.
Penutup dari kejadian tragis ini adalah panggilan untuk tindakan. Harus ada upaya bersama untuk meningkatkan kesejahteraan mental para prajurit. Dengan melakukan pendekatan yang sistematis dan fokus pada kesehatan mental, diharapkan kasus bunuh diri dapat diminimalisir, dan tentara seperti Kapten Ashraf tidak perlu merasakan beban yang terlalu berat sendirian.