loading…
Menteri Pertanian mengajak masyarakat Indonesia untuk bersyukur atas ketersediaan beras nasional yang dinilai sangat mencukupi tahun ini. Ia bahkan menyebut kondisi Indonesia lebih baik dibanding Jepang yang saat ini sedang mengalami lonjakan harga beras tertinggi.
“Alhamdulillah, kita patut bersyukur stok beras dalam negeri sangat cukup, sehingga tahun ini kita tidak impor beras. Hingga Agustus ini stok beras aman dan produksi on the track terus meningkat,” kata Mentan dalam keterangan resminya yang diterima pada Minggu (24/8/2025).
Kondisi Beras Nasional dan Stok yang Aman
Mentan terus mendorong masyarakat untuk menyadari pentingnya ketersediaan beras yang baik. Ada fakta menarik bahwa stok beras Indonesia saat ini sangat cukup. Dengan tidak adanya impor, masyarakat seharusnya merasa lebih tenang mengenai ketersediaan pangan. Selain itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan angka produksi, yang sudah terlihat dari hasil yang ada saat ini.
Data dari berbagai lembaga, seperti FAO dan BPS, menunjukkan adanya tren positif dalam produksi beras di tanah air. Tahun lalu, produksi beras tercatat mencapai 30,62 juta ton dan diperkirakan akan meningkat menjadi 33,8–35,6 juta ton pada tahun ini. Ini adalah prestasi yang mengesankan bagi sektor pertanian di Indonesia.
Menghadapi Tantangan Global di Sektor Pangan
Di tengah tantangan yang dihadapi oleh negara lain, seperti lonjakan harga beras di Jepang yang mencapai 90,7%, Indonesia harus tetap bersyukur. Situasi yang dialami Jepang, di mana masyarakat harus mengantre untuk mendapatkan beras murah, menjadi peringatan bagi kita. Stok beras yang melimpah di Indonesia seharusnya menjadi sumber kebanggaan dan motivasi untuk terus meningkatkan produksi.
Dengan cadangan beras pemerintah mencapai 4,2 juta ton, jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 1 juta ton. Ini menunjukkan upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam menjaga kestabilan pangan. Keberhasilan ini juga diharapkan dapat mendorong para pelaku usaha untuk lebih aktif dalam mendukung sektor pertanian, agar ketersediaan beras tetap terjaga bahkan di tengah fluktuasi harga global.
Penutup