loading…
Sebanyak 1.244 peserta tumpah ruah mengikuti rangkaian lomba dalam rangka peringatan HUT ke-80 RI yang digelar di Makodam I/Bukit Barisan, Medan, Sumut. Foto/Ist
Pesertanya mulai dari prajurit TNI, anggota Persit, pelajar, anak-anak panti asuhan, sampai warga sekitar. Lomba juga dihadiri warga penyandang disabilitas yang membuat aneka lomba digelar begitu meriah.
Baca juga: Profil Lengkap 76 Anggota Paskibraka 2025 Siap Kibarkan Bendera Merah Putih di Istana
Lomba seperti tarik tambang, balap bakiak, merias wajah, makan kerupuk, hingga lomba masak digelar dan memberikan keseruan dalam perayaan HUT ke-80 RI.
Pentingnya Momentum Peringatan HUT ke-80 RI
Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia bukan sekadar seremoni. Ini adalah momen untuk bersatu, mengingat kembali perjuangan para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan. Perayaan ini juga menjadi saluran untuk mengekspresikan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Dalam acara di Makodam ini, antusiasme peserta mencerminkan rasa cinta tanah air yang membara.
Tidakkah kita semua merasa bangga menyaksikan berbagai kalangan terlibat aktif dalam menampilkan kemeriahan hari kemerdekaan ini? Dengan melibatkan prajurit TNI, anak-anak dari panti asuhan, dan bahkan penyandang disabilitas, perhelatan ini menunjukkan bahwa kemerdekaan adalah milik semua orang. Ini adalah sinergi yang indah antara masyarakat dan institusi, menghapus batasan-batasan yang ada.
Beragam Lomba Menambah Keceriaan HUT ke-80 RI
Dari lomba tarik tambang yang memperkuat kerjasama antar peserta hingga lomba masak yang menguji keterampilan, semua kegiatan memberikan gairah tersendiri. Dapat kita lihat, setiap tawa dan kegembiraan peserta menjadi simbol perjalanan panjang bangsa ini menuju kemerdekaan. Keberagaman lomba mencerminkan kreativitas dan semangat juang yang tinggi dari masyarakat.
Strategi penyelenggaraan acara seperti ini bisa jadi inspirasi bagi kegiatan lainnya di masa depan. Lomba-lomba yang dirancang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang kerjasama, sportivitas, dan rasa saling menghargai. Momen ini patut dipertahankan dan bahkan ditingkatkan di masa mendatang menjadi contoh bagaimana perayaan kemerdekaan bisa mempererat tali persaudaraan.
Dengan berakhirnya lomba, harapan kita adalah semangat yang ditunjukkan oleh peserta terus berlanjut. Kebersamaan yang terjalin di antara berbagai kalangan ini sejatinya harus menjadi pondasi untuk membangun bangsa yang lebih kuat. Mungkin, inilah makna sesungguhnya dari kemerdekaan—saling mendukung dan berbagi kebahagiaan dalam setiap langkah menuju masa depan yang lebih cerah.