loading…
Marcell Siahaan membantah tegas isu yang menyebut LMKN cuci tangan terkait masalah royalti antara Ari Lasso dan WAMI selaku LMK. Foto/Instagram @marcellsiahaans.
Isu yang beredar sering kali menciptakan kebingungan di kalangan masyarakat dan pelaku industri musik. Menurut Marcell, terdapat perbedaan yang jelas antara fungsi LMKN dan LMK yang dianggap penting untuk dipahami.
Pentingnya Pemahaman tentang Fungsi LMKN dan LMK dalam Industri Musik
Kedua lembaga ini memiliki peran yang berbeda, meskipun bekerja dalam ranah yang sama. LMKN berfungsi sebagai lembaga yang mengawasi dan mengatur operasional LMK, sedangkan LMK bertanggung jawab langsung atas pengelolaan royalti bagi para musisi. Keduanya diikat oleh kode etik yang masing-masing memiliki standar tertentu.
Marcell juga menambahkan bahwa kode etik yang diterapkan pada LMK mengharuskan mereka untuk melakukan audit setiap tahun. Hal ini menjadi penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan royalti yang seharusnya diterima oleh para pencipta lagu dan musisi. Dalam hal ini, kehadiran LMKN seharusnya dianggap sebagai pengawasi yang berfungsi untuk memastikan bahwa semua kegiatan yang dilakukan oleh LMK sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Strategi Mengelola Royalti dan Menjaga Transparansi
Pada akhirnya, komunikasi yang jelas antara semua pihak yang terlibat adalah kunci untuk menghindari kesalahpahaman. Marcell mengingatkan agar masyarakat tidak cepat terpancing oleh berita yang belum terverifikasi dan memahami konteks yang lebih luas mengenai isu royalti musik di Indonesia. Langkah proaktif seperti ini penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya transparansi dalam industri musik.
Dalam perspektif lain, jika semua pihak dapat berkolaborasi dan berbagi informasi dengan baik, hal ini akan menguntungkan semua, tidak hanya untuk musisi tetapi juga bagi industri musik secara keseluruhan. Penilaian yang objektif dan berbasis data menjadi sangat vital untuk meminimalisir konflik yang mungkin timbul.
Penutup