loading…
Perdana Menteri India Narendra Modi disambut Presiden Prancis Emmanuel Macron saat tiba untuk menghadiri resepsi di Palais de lElysee di Paris pada Senin, 10 Februari 2025. FOTO/News Arena
Menarik untuk dicatat bahwa Macron tidak hanya berbicara tentang dukungan simbolis. Ia menegaskan komitmennya untuk meningkatkan perdagangan dengan India, meliputi berbagai sektor yang sangat vital untuk kedaulatan kedua negara. Ini menunjukkan bahwa Prancis memiliki ketertarikan yang mendalam dalam memperkuat hubungan bilateral, terutama di tengah upaya Trump untuk melemahkan aliansi-alansi yang ada, termasuk yang ada di Eropa.
Dukungan Terhadap BRICS dan Implikasinya
Dalam konteks BRICS, pernyataan Macron mencerminkan sikap proaktif Prancis untuk melibatkan diri dalam aliansi negara-negara yang berkembang ini. Dukungan terbuka terhadap kepresidenan India pada tahun 2026 bukan hanya sekadar isyarat politik. Ini juga mengindikasikan bahwa Prancis mengakui pentingnya BRICS dalam peta geopolitik dunia saat ini, terutama ketika Barat dan Timur mulai menemukan titik keseimbangan baru.
Data menunjukkan bahwa BRICS telah menjadi kekuatan yang tidak bisa diabaikan dalam perekonomian global. Dengan populasi yang besar dan sumber daya yang melimpah, negara-negara tersebut berusaha untuk memperkuat kerjasama di berbagai sektor, termasuk ekonomi, politik, dan keamanan. Di saat yang sama, kebijakan tarif dari Gedung Putih yang diterapkan pada hampir semua sekutunya di Eropa, termasuk Prancis, semakin melemahkan posisi kolaboratif di antara negara-negara Barat.
Strategi Kolaborasi dan Prospek Masa Depan
Membahas lebih lanjut, ada berbagai strategi yang dapat diambil oleh Prancis dan India dalam menghadapi tantangan ini. Salah satunya adalah mengoptimalkan kerja sama dalam kerangka BRICS untuk meminimalisir dampak buruk dari kebijakan yang tidak mendukung kerjasama internasional. Dukungan Macron terhadap BRICS India nmembuka peluang bagi Prancis untuk terlibat dalam dialog lebih lanjut tentang isu-isu global yang mendesak.
Selain itu, India, yang akan menjadi tuan rumah KTT BRICS 2026, memiliki kesempatan emas untuk menciptakan agenda yang tidak hanya mencakup isu ekonomi tetapi juga aspek-aspek sosial dan lingkungan yang menjadi perhatian global saat ini. Dengan melibatkan Prancis dalam konferensi tersebut, India tidak hanya menguatkan posisi diplomatiknya tetapi juga menjadi pusat dari dinamika politik global, membawa suara negara-negara berkembang ke dalam arena internasional.
Di samping itu, harapan bahwa Prancis akan diundang untuk turut serta dalam KTT BRICS mendatang mencerminkan keinginan kedua pihak untuk memperkuat hubungan. Meskipun Macron sebelumnya menghadapi penolakan untuk hadir dalam KTT BRICS di Johannesburg, situasi ini mengindikasikan bahwa ketertarikan Prancis tidak pudar begitu saja dan masih ada harapan untuk kolaborasi yang lebih dekat di masa depan.
Dengan semua dinamika ini, penting untuk mengawasi bagaimana hubungan ini akan berkembang, terutama bagi negara-negara yang mengandalkan BRICS sebagai platform untuk mencapai tujuan mereka dalam kancah internasional. Dukungan dari Prancis kepada presidensi BRICS India adalah langkah strategis yang dapat membawa dampak besar tidak hanya bagi kedua negara tetapi juga bagi tatanan dunia yang lebih luas.