loading…
Indonesia dan China, dua negara anggota aliansi BRICS, resmi memulai uji coba sistem pembayaran lintas batas berbasis kode QR. FOTO/iStock Photo
Dalam era digital yang semakin maju, keberadaan sistem pembayaran lintas batas berbasis kode QR menjadi relevan. Bank Indonesia (BI) bersama Bank Rakyat China (People’s Bank of China/PBOC) tengah mengoperasikan pilot project yang memungkinkan penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) di Tiongkok. Melalui skema ini, pembayaran dapat dilakukan langsung menggunakan mata uang lokal, rupiah dan yuan tanpa harus melalui dolar AS.
Apakah Anda menyadari bahwa sistem pembayaran berbasis QR ini bukan hanya praktis, tetapi juga mendukung gerakan untuk mengurangi dominasi dolar AS dalam transaksi internasional? Dengan semakin banyaknya negara yang berkolaborasi, kita bisa melihat pergeseran yang signifikan dalam dunia ekonomi global.
Sistem Pembayaran QRIS: Inovasi Terobosan Keuangan
QRIS merupakan sistem pembayaran digital Indonesia yang memudahkan transaksi hanya dengan memindai kode melalui ponsel pintar. Adopsi QRIS akan menyederhanakan proses pembayaran, memungkinkan transaksi lebih cepat dan efisien. China telah memberikan izin bagi Indonesia untuk mengimplementasikan QRIS secara luas di negaranya, yang menandakan adanya kepercayaan terhadap sistem keuangan digital Indonesia.
Data menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital dalam transaksi keuangan terus berkembang pesat. Sebuah studi menyebutkan bahwa sekitar 75% penduduk Indonesia kini memiliki akses ke internet, dan hampir 65% dari mereka melakukan transaksi online. Inovasi seperti QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga memberikan peluang ekonomi baru, khususnya bagi usaha kecil dan menengah yang sulit mengakses sistem perbankan tradisional.
Arah Baru dalam Perdagangan Lintas Batas
Dengan keberlakuan sistem ini, proses transaksi antara Indonesia dan China akan mengalami perubahan yang signifikan. Pembayaran digital berbasis QR menjadi salah satu opsi utama dalam perdagangan lintas batas. Model ini berpotensi memberikan keuntungan besar, khususnya bagi sektor business to business (B2B) dan usaha kecil menengah (UKM) di kedua negara. Uji coba ini bukan hanya memberikan solusi praktis, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa pengembangan QRIS lintas batas merupakan bagian dari upaya memperluas inklusi ekonomi dan keuangan digital. Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial, tetapi juga berkomitmen untuk menumbuhkan ekosistem ekonomi yang lebih berkelanjutan dan terjangkau bagi masyarakat.
Dengan melihat potensi tersebut, kita harus bersiap untuk merangkul perubahan. Kesepakatan antara Indonesia dan China ini bisa menjadi awal dari era baru dalam sistem keuangan global, di mana ketergantungan pada mata uang tunggal dapat berkurang.
Sebagai penutup, sistem pembayaran QR lintas batas bukan hanya sebuah inovasi teknologi, tetapi juga sebuah langkah strategis menuju dunia yang lebih terhubung. Dan, apa tanggapan Anda mengenai pergeseran ini? Mari kita tunggu hasil dari uji coba ini dan lihat bagaimana masa depan perdagangan lintas batas akan terbentuk.