loading…
Ketua Panitia Penyelenggara Mubes ke-X Ormas MKGR Dyah Roro Esti mengatakan pembukaan penyelenggaraan Mubes ke-X Ormas MKGR dibatalkan karena situasi tidak kondusif. Foto/istimewa
Ketua Panitia Penyelenggara Mubes ke-X Ormas MKGR, Dyah Roro Esti, mengungkapkan bahwa keputusan pembatalan diambil setelah mempertimbangkan eskalasi situasi sosial politik yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, situasi tersebut telah menelan korban jiwa, sehingga rasanya tidak pantas untuk melanjutkan acara seremonial di tengah momen yang penuh duka ini.
Mubes ke-X MKGR: Fokus pada Kegiatan Sosial
Dyah Roro menekankan bahwa selama ini Mubes ke-X MKGR lebih diorientasikan kepada kegiatan sosial yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dalam rencana awal, acara pembukaan seharusnya dilaksanakan dengan meriah dan melibatkan masyarakat serta anak-anak yatim yang kemudian akan mendapatkan santunan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun penyelenggaraan acara berupa Mubes sangat penting, tetap ada prioritas untuk kesejahteraan masyarakat yang harus diperhatikan.
Data menunjukkan bahwa keterlibatan ormas dalam kegiatan sosial dapat meningkatkan rasa solidaritas di antara anggota serta masyarakat luas. Ketika ormas mampu menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, maka bukan hanya citra ormas yang meningkat, tetapi juga rasa saling menghormati dan empati antar anggota. Seni dalam menggabungkan kegiatan formal seperti Mubes dengan isu sosial ini adalah langkah penting menuju keberlanjutan organisasi.
Strategi untuk Menangani Situasi Sensitif
Pembatalan Mubes ke-X Ormas MKGR bukan hanya sekedar keputusan untuk menghindari kondisi tidak nyaman, tetapi juga mencerminkan suatu tanggung jawab moral dalam mengelola acara di saat situasi sedang genting. Organisasi lain bisa mengambil pelajaran dari langkah ini, di mana sensitivitas terhadap kondisi sosial harus menjadi landasan utama dalam pengambilan keputusan.
Dalam hal ini, ormas lain juga diharapkan dapat merencanakan kegiatan mereka dengan mempertimbangkan dampak sosial yang lebih luas. Memprioritaskan kegiatan yang relevan dengan kondisi yang dihadapi masyarakat, serta melibatkan mereka dalam perencanaan, dapat menciptakan koneksi emosional yang lebih mendalam. Ini bukan hanya tentang melaksanakan acara, tetapi lebih kepada membangun jembatan kepercayaan antara organisasi dan masyarakat.
Pembatalan acara ini merupakan salah satu langkah yang menunjukkan kepedulian mendalam terhadap kondisi sosial yang ada. Dengan memfokuskan kembali pada kegiatan sosial dan empati, diharapkan ormas MKGR dapat menguatkan hubungan dengan masyarakat, serta menunjukkan bahwa mereka bukan hanya representasi dari kekuatan politik, tetapi juga sebagai entitas sosial yang peduli terhadap keadaan sekitar. Sebuah langkah sederhana, namun memiliki dampak yang sangat signifikan bagi reputasi dan hubungan ormas dengan komunitasnya.