loading…
Boni Hargens, seorang tokoh yang aktif dalam kepengurusan alumni perguruan tinggi, baru-baru ini menggelar acara doa bersama anak-anak yatim di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat. Acara ini diadakan pada Kamis, 21 Agustus 2025, dengan tujuan memberikan dukungan moral dan spiritual kepada anak-anak yang kurang beruntung.
Acara ini tidak sekadar seremonial, tetapi juga merupakan respons terhadap situasi sosial yang tengah dihadapi oleh bangsa. Dalam sebuah pernyataan, Boni Hargens mengungkapkan, “Tanah Air kita sedang mengalami banyak gejolak. Dengan berkumpul dan berdoa bersama, kita berharap bisa memberikan dampak positif dan mendukung satu sama lain.” Ini adalah ajakan untuk bersama-sama mendoakan negeri agar keluar dari masalah yang ada.
Doa Bersama Sebagai Bentuk Kepedulian Sosial
Pentingnya kepedulian sosial tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam konteks Indonesia saat ini, banyak isu yang membebani masyarakat. Kenaikan tunjangan anggota DPR menjadi salah satu isu hangat yang banyak mendapat sorotan. Boni Hargens mengajak masyarakat untuk tidak hanya bersorak, namun juga berpikir secara kritis tentang kesejahteraan umum. Momen doa ini dipilih sebagai sarana untuk memperkuat rasa kebersamaan dan saling mendukung antara sesama.
Dalam konteks ini, Boni juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim, menunjukkan bahwa selain berdoa, tindakan nyata juga sangat penting. Menurutnya, “Kegiatan seperti ini bukan hanya seremonial. Ini adalah cara untuk mengingatkan kita semua bahwa banyak yang membutuhkan uluran tangan. Dengan santunan, kita mampu memberikan sedikit keceriaan dan harapan.” Hal ini menunjukkan bagaimana aksi kecil bisa memberi dampak yang besar dalam kehidupan orang lain.
Memperkuat Harapan di Tengah Gejolak
Satu hal yang perlu dicatat, di balik semua tantangan yang ada, satu keyakinan harus tetap terjaga: optimisme terhadap masa depan negeri. Dalam konteks ini, Boni menjelaskan, “Kami ingin merawat optimisme dan keyakinan bahwa Indonesia akan baik-baik saja. Melihat banyak masalah di daerah seperti kebijakan PBB yang merugikan masyarakat, kami merasa perlu untuk menyampaikan harapan.” Ini adalah panggilan untuk tetap positif dan berkontribusi dalam menyelesaikan masalah yang ada, termasuk dalam hal kebijakan publik.
Acara doa bersama ini bukanlah penutup dari segalanya, melainkan awal dari sebuah gerakan untuk saling membantu dan berkolaborasi. Selain itu, menjadi penting untuk terus berdialog dan memperjuangkan keadilan bagi seluruh masyarakat. Dengan berbagai bentuk kegiatan sosial ini, diharapkan bisa menciptakan sinergi antara alumni dan masyarakat untuk menghadirkan perubahan yang lebih baik.
Penutup, acara ini tidak hanya mendekatkan antara individu dengan komunitas, tetapi juga mempertegas bahwa dengan bersatu dan berdoa, kita bisa menghadapi segala gejolak yang ada. Semoga langkah-langkah positif ini bisa memicu keinginan lebih banyak orang untuk melakukan hal serupa demi kebaikan bersama.