• Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Login
Perskita.id
  • Home
  • Nasional
  • International
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Home
  • Nasional
  • International
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekbis
No Result
View All Result
Perskita.id
No Result
View All Result
Home International

5 Alasan Negara Adikuasa Berlomba Membangun PLTN di Bulan dan Bersiap Hadapi Perang Antariksa

5 Alasan Negara Adikuasa Berlomba Membangun PLTN di Bulan dan Bersiap Hadapi Perang Antariksa

loading…

Negara-negara adikuasa berlomba bangun PLTN di Bulan. Foto/X/@LMSpace

LONDON – Bulan kini tidak lagi sekadar benda langit yang menginspirasi banyak pemikir, tetapi telah berubah menjadi arena perlombaan baru di antara negara-negara adikuasa. Perlombaan ini kini berfokus pada pemanfaatan energi dari Bulan, dengan AS, China, dan Rusia sebagai pelopor yang berusaha membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di permukaannya. Dalam konteks ini, muncul pertanyaan yang signifikan: adakah risiko konflik territorial yang mengancam kedamaian di ruang angkasa saat negara-negara ini mendirikan pos-pos nuklir mereka?

Seiring dengan kemajuan teknologi dan meningkatnya ketergantungan pada energi bersih, Bulan menawarkan sumber daya yang belum dimanfaatkan. Namun, kondisi di Bulan bisa sangat ekstrem—gravitasi yang lemah dan periode malam yang berkepanjangan membuat energi konvensional seperti panel surya menjadi kurang efektif. Di situlah ide tentang penggunaan tenaga nuklir muncul sebagai solusi yang menarik.

5 Alasan Negara-negara Adikuasa Berlomba Bangun PLTN di Bulan, Salah Satu Siap Hadapi Perang Antariksa

1. Panel Surya Tak Efektif di Bulan

Pembangkitan energi menggunakan panel surya di Bulan tidak dapat diandalkan, terutama ketika malam panjang berlangsung selama dua minggu. Baterai yang digunakan pun memiliki batas waktu operasional yang sangat terbatas. Hal ini membawa kita pada satu kesimpulan bahwa untuk memastikan keberlanjutan operasional di Bulan, solusi tenaga nuklir menjadi pilihan yang paling bijaksana.

PLTN di Bulan bisa beroperasi melalui reaksi fisi, yang memecah atom berat menjadi lebih kecil, atau melalui reaksi fusi, yang menggabungkan atom kecil untuk melepaskan energi besar. Dengan cara ini, negara-negara yang bersaing dapat menciptakan sumber energi yang berkelanjutan, sangat vital untuk mendukung misi mereka di masa depan.

2. Berkait dengan Misi Antarplanet dan Pangkalan Bulan

Menurut Mark J Sundahl, direktur Global Space Law Center, reaktor nuklir memiliki potensi untuk mendukung misi antarplanet dan pangkalan di Bulan. Namun, perkembangan ini juga menuntut adanya pemahaman hukum dan geopolitik yang mendalam.

Perjanjian Luar Angkasa 1967 melarang klaim kepemilikan atas Bulan dan benda langit lainnya. Kendati demikian, perjanjian ini tidak melarang pembangunan fasilitas seperti PLTN. Namun, harus diingat bahwa larangan terhadap tindakan “perampasan nasional” menjadi pilar dalam menjaga keutuhan ruang angkasa, mencegah satu negara mendominasi wilayah di luar angkasa.

Dengan kata lain, meskipun fasilitas nuklir diperbolehkan, penempatan mereka di Bulan harus tetap memperhatikan prinsip dasar perjanjian yang ada agar tidak memicu ketegangan antar negara.

3. Potensi Konflik dan Perang Antariksa

Dengan semakin banyaknya negara yang berupaya untuk menguasai wilayah Bulan, potensi terjadinya konflik menjadi sangat nyata. Bayangkan saja, suatu hari kita melihat Bulan dipenuhi pos-pos nuklir yang semua dimiliki oleh negara yang berbeda. Masing-masing pos ini bisa dijadikan basis operasi untuk menambang sumber daya langka yang ada di Bulan, seperti helium-3, yang dikenal sebagai bahan bakar potensial untuk energi fusi bersih.

Helium-3 menjadi daya tarik yang sangat besar bagi para ilmuwan dan penggiat antariksa, karena dapat memberikan sumber energi yang sangat efisien. Situasi ini pun memunculkan pertanyaan kritis: bagaimana jika PLTN sebuah negara dibangun tepat di atas daerah kaya helium-3?

Persoalan ini menjadi dilematis, karena bisa saja memicu ketegangan de facto antara negara-negara yang berusaha mengambil keuntungan dari sumber daya tersebut. Banyak penyelidikan dan analisis yang menunjukkan bahwa persaingan untuk memanfaatkan sumber daya di Bulan bisa menjadi pemicu awal perang antariksa.

Previous Post

Balita Meninggal Dunia Karena Cacingan, Mensos: Keluarga Akan Dites Pembinaan

Next Post

Kementerian Haji dan Umrah, Ditjen PHU Kemenag Akan Dihapus

RekomendasiNews

Opal Suchata Berbagi Momen Haru dan Kebanggaan Usai Menang Miss World 2025

Opal Suchata Berbagi Momen Haru dan Kebanggaan Usai Menang Miss World 2025

Pendidikan Lebih Terjangkau, Perindo NTT Minta Kajian Ulang Pungutan Sekolah

Pendidikan Lebih Terjangkau, Perindo NTT Minta Kajian Ulang Pungutan Sekolah

Geledah Rumah Plt Kadis PUPR Madina KPK Malam Ini

Geledah Rumah Plt Kadis PUPR Madina KPK Malam Ini

Rekrutmen Palsu Meningkat, Tips Ampuh Agar Tidak Tertipu

Rekrutmen Palsu Meningkat, Tips Ampuh Agar Tidak Tertipu

Portugal Pertimbangkan Pengakuan Negara Palestina pada September

Portugal Pertimbangkan Pengakuan Negara Palestina pada September

Program Hortikultura Dorong Kesejahteraan Masyarakat di Area Ulubelu

Program Hortikultura Dorong Kesejahteraan Masyarakat di Area Ulubelu

Kategori

  • Daerah (130)
  • Ekbis (130)
  • International (129)
  • Lifestyle (129)
  • Nasional (130)

Jaringan Media

  • lensautama.id
  • wartafakta.id
  • kabarsuara.id
  • beritacepat.id
  • posbenua.id
  • metrosuara.id
  • lineberita.id
  • radarharian.id
  • tempoaktual.id
  • fokusnasional.id
  • pantauindonesia.id
  • sekilasnews.id
  • fokustempo.id
  • mediapos.id
  • bangsanews.id
  • terasfakta.id
  • indofakta.id
  • indotempo.id
  • arahberita.id
  • rincilokal.id
  • lacakberita.id
  • cuplikdata.id
  • siarandaerah.id
  • nalarberita.id
  • narasiutama.id
  • pusatkabar.id
  • pantaupublik.id
  • teropongpublik.id
  • portalkabar.id
  • kilaswarta.id
  • cahayaberita.id
  • rekamfakta.id
  • pijarberita.id
  • detilberita.id
  • indokritis.id
  • citraberita.id
  • nusainfo.id
  • lintasbangsa.id
  • laporanmetro.id
  • lensapublik.id
  • citraharian.id
  • zonaliputan.id
  • liputanmetro.id
  • indoheadline.id
  • arahkabar.id
  • zonajurnalis.id
  • infobangsa.id
  • logikaberita.id
  • mediasiaran.id
  • rakyatupdate.id
  • infoheadline.id
  • beritakritis.id
  • suarawan.id
  • jurnalita.id
  • layardunia.id
  • fokuspagi.id
  • indonesiacek.id
  • saluranrakyat.id
  • livemetro.id
  • setarainfo.id
  • rakyatinfo.id
  • detaklokal.id
  • harianlokal.id
  • metromerdeka.id
  • opiniglobal.id
  • ulasutama.id
  • potretpublik.id
  • pantaukabar.id
  • infonyata.id
  • kupasin.id
  • lipututama.id
  • riliskini.id
  • layarkabar.id
  • rekamperistiwa.id
  • tapkabar.id
  • pintukabar.id
  • intipfakta.id
  • laporterbaru.id
  • serbuanews.id
  • detakmedia.id
  • realitaterkini.id
  • petaberita.id
  • intikabar.id
  • mediaagenda.id
  • sisiberita.id
  • jakartavnews.com
  • wartafokus.com
  • bicarapublik.com
  • pantaumedia.com
  • rilisutama.com
  • suaraperistiwa.com
  • stasiunfakta.com
  • kabartajam.com
  • wawasanberita.com
  • sinyalberita.com
  • penanasional.com
  • medianalar.com
  • metronarasi.com
  • publikraya.com
Perskita.id

© 2025 www.perskita.id. Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang.

Navigate Site

  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • International
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekbis

© 2025 www.perskita.id. Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In